Nayanika
Mata-mu adalah dua lautan tenang,
Di mana bintang-bintang diam-diam terbenam,
Menyimpan rahasia senja yang panjang,
Dan pelangi setelah hujan redam.
Nama-mu adalah bisikan angin malam,
Yang membelai daun-daun yang mengantuk,
Sebait puisi yang tak pernah padam,
Dalam ingatan yang sunyi dan mendalam.
Nayanika, engkau adalah senyap,
Yang lebih nyaring dari segala kata,
Ketenangan yang merangkul gelisah,
Cahaya pertama di ujung cakrawala.
Di antara ribuan cerita dan nama,
Engkau adalah bait yang kutulis dengan rindu,
Sebuah telaga di tengah dahaga,
Tempat jiwaku kembali bersatu.
#Hujan #Malam

Komentar
Posting Komentar