Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Sisyphus dan Camus

Kadang aku merasa hidup ini seperti lelucon kosmik yang tak pernah selesai. Kita lahir tanpa buku panduan, tumbuh dengan harapan yang kita ambil dari orang lain, lalu bekerja sepanjang hidup demi sesuatu yang bahkan tidak kita mengerti. Kita capek, kita marah, kita bingung—tapi tetap berjalan juga, seperti mesin yang lupa alasan dibuat. Di sinilah Camus biasanya datang, membawa semacam kejujuran yang tidak dibalut hikmah palsu. Ia bilang: hidup itu absurd. Tidak ada janji manis. Tidak ada jaminan kalau usaha kita akan berhasil. Tidak ada kontrak tertulis bahwa cinta akan dibalas, bahwa kebaikan akan menang, atau bahwa kerja keras akan dihargai. Kita hanya mendorong batu masing-masing. Dan di situ masuklah Sisyphus: lelaki yang dihukum untuk mendorong batu ke atas gunung hanya untuk melihatnya jatuh lagi, berulang-ulang sampai akhir zaman. Ia bukan cuma tokoh mitologi—dia adalah bayangan kita di cermin. Setiap pagi kita bangun, menarik napas panjang, lalu menjalani hari. Pulang deng...

Postingan Terbaru

Semerbak Rindu

Seandainya kau tau

Perangkai kata

Rinai Hujan

Selamat Merayakan

Berdamai dengan Bayangan

Hai, November

Hmmm

Jejak Kenangan

Di antara mungkin dan mustahil