Hidup seperti Membaca Novel
Hidup ini seperti novel yang harus kita baca sampai halaman terakhir. Ada bab yang membuat kita tersenyum lebar, ada bab yang membuat kita ingin menutup buku sejenak dan menarik napas dalam-dalam. Namun, tidak seperti novel biasa yang bisa kita tinggalkan di rak kapan saja, hidup tidak memberi kita pilihan untuk berhenti membaca. Entah kita suka atau tidak, halaman-halaman tetap harus dibalik, kisah tetap harus berjalan. Setiap orang sedang membaca novelnya sendiri. Ada yang sedang berada di bab penuh kebahagiaan—halaman-halaman yang dipenuhi tawa, keberuntungan, dan cinta yang menghangatkan. Namun, ada juga yang terjebak dalam bab yang sulit—halaman-halaman yang gelap, penuh dengan kesedihan, kegagalan, atau kehilangan. Tapi bukankah novel yang baik memang selalu punya plot yang naik turun? Sebab tanpa konflik, cerita akan datar. Tanpa ujian, tokoh utama tidak akan berkembang. Seperti bulan yang selalu berubah bentuk di langit malam, hidup pun memiliki fasenya sendiri. Kadang ia pur...